Kamis, 15 Mei 2014

JOKOWI FOR PRESIDEN

JOKOWI FOR PRESIDEN

Joko Widodo atau yang sering disapa Jokowi (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961) adalah politikus Indonesia dan sekarang masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Beliau adalah mantan Wali Kota Surakarta (Solo) dari tahun 2005 – 2012 didampingi F. X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil Wali Kota Surakarta (Solo). Dua tahun sementara menjalani periode keduanya di Solo, Jokowi ditunjuk oleh partainya PDI-P untuk memasuki pemilihan Gubernur DKI Jakarta bersama dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Semenjak terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta, popularitasnya melambung tinggi dan beliau terus menjadi sorotan media. Akibatnya, muncul wacana untuk menjadikannya calon presiden untuk pemilihan umum presiden Indonesia 2014. Tidak hanya itu, hasil survey menunjukkan bahwa nama Jokowi terus diunggulkan. Pada tanggal 14 Maret 2014, Jokowi telah menerima mandat dari Megawati untuk maju sebagai calon presiden dari PDI-P.
Gaya kepemimpinan Jokowi dikenal akan gaya kepemimpinan yang pragmatis dan membumi. Ia seringkali melakukan “blusukan’ atau turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung permasalahan yang ada dan mencari solusi yang tepat. Jokowi juga dianggap unik dari pemimpin lainnya karena tidak sungkan untuk bertanya langsung kepada warga dan mendekati mereka bila akan melancarkan suatu program. Namun, gaya ini juga menuai kritik. Misalnya, ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman menyatakan bahwa “blusukan” hanya menghabiskan waktu dan energi, sementara yang dibutuhkan adalah kebijakan langsung dan bukan sekedar interaksi. Anies Baswedan juga menilai “blusukan” merupakan pencitraan belaka tanpa memberikan solusi.
Selain “blusukan”, kepemimpinan Jokowi juga dikenal akan transparansinya. Misalnya, Jokowi dan Basuki sama-sama mengumumkan jumlah gaji bulanan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kepada umum. Ia juga memulai sejumlah program yang terkait dengan transparansi seperti online tax, e-budgeting, e-purchasing, dan cash management system. Selain itu, semua rapat dan kegiatan yang dihadiri oleh Jokowi dan Basuki direkam dan diunggah keakun “Pemrov DKI” di YouTube.
Banyak kritik tentang Jokowi karena tidak mematuhi janjinya untuk menyelesaikan masa jabatannya sebagai Gubernur Jakarta. Ada anggapan bahwa Jokowi termasuk gagal mengatasi banjir dan macet. Anggapan gagal tersebut membuat popularitas beliau menurun. Data dari BPS juga menunjukkan angka kemiskinan di Solo naik saat Jokowi menjadi Walikota Solo. Melesatnya popularitas juga dikritik sebagai pengaruh media yang kerap menonjolkan kebaikan Jokowi sementara kelemahannya ditutupi. Selain itu, Jokowi didapati menaiki pesawat jet pribadi untuk berkampanye dari Banjarmasin ke Malang yang dianggap bertentangan dengan gaya hidup sederhana. Sementara itu, Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia Taufik Bahauddin mengkhawatirkan kontroversi yang terjadi pada pemerintahan Megawati seperti skandal BLBI, penjualan BUMN, penjualan kapal tanker VLCC Pertamina dan penjualan gas murah ke China akan terulag pada pemerintahan Jokowi. Kemunculan nama Jokowi pada soal Ujian Nasional dan kedatangan Jokowi di Kampus ITB juga menuai kontroversi karena dinilai sebagai tindaka politisasi.
Siapa pun calon presiden dan wakil presiden yang akan ada di kertas pemilu pada saat tanggal 9 Juli 2014 semoga tidak banyak mengumbar janji saat masa kampanye namun ketika sudah menjabat lupa dengan semua janjinya. Lebih baik bila bisa membuktikan kepada masyarakat Indonesia untuk mewujudkan Indonesia sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.



Referensi :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar