Senin, 31 Oktober 2011

Individu, Keluarga, dan Masyarakat


           Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang hidup dalam kelompok dan mempunyai organisme yang terbatas dibanding jenis makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Untuk mengatasi keterbatasan kemampuannya tersebut, manusia mengembangkan sistem-sistem dalam hidupnya melalui kemampuan akal yang dimilikinya.
            Manusia disebut makhluk sosial karena manusia memiliki naluri untuk selalu hidup dan berhubungan dengan orang lain yang disebut “gregariousness”. Dengan adanya naluri ini, manusia mengembangkan pengetahuannya untuk mengatasi kehidupannya dan memberi makna kepada kehidupannya, sehingga timbul apa yang kita kenal sebagai kebudayaan. Kebudayaan yaitu sistem terintegrasi dari perilaku manusia dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Dengan demikian manusia dikenal sebagai makhluk yang berbudaya karena berfungsi sebagai pembentuk kebudayaan, sekaligus dapat berperan karena didorong oleh hasrat atau keinginan yang ada dalam diri manusia.
            Manusia pada hakekatnya adalah makhluk sosial, tidak dapat hidup sendiri. Ia merupakan “Soon Polotikon”, manusia itu merupakan makhluk yang hidup bergaul, berinteraksi. Perkembangan dari kondisi ini menimbulkan kesatuan-kesatuan manusia, kelompok-kelompok sosial yang berupa keluarga dan masyarakat. Maka terjadilah suatu sistem yang dikenal sebagai sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial yang mengatur kehidupan mereka, memenuhi kebutuhan hidupnya.

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU
            Individu berasal dari kata latin “individuum”, artinya yang tidak terbagi, maka kata individu merupakan sebutan yang dapat digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Dalam pandangan psikologi sosial, manusia disebut individu bila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas di dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Di dalam suatu kerumunan masa manusia cenderung menyingkirkan individualitasnya, karena tingkah laku yang ditampilkan hampir identik dengan tingkah laku masa.
Dalam perkembangan setiap individu mengalami dan dibebankan sebagai peran, yang berasal dari kondisi kebersamaan hidup dengan sesama manusia. sering pula terdapat konflik dalam diri individu, karena tingkah laku yang khas dirinya bertentangan dengan peranan yang dituntut masyarakatnya. Namun, setiap warga masyarakat yang namanya individu wajar untuk menyesuaikan tingkah lakunya sebagai bagian dari perilaku sosial masyarakat. Artinya individu tersebut telah dapat menemukan kepribadiannya atau dengan kata lain proses aktualisasi dirinya sebagai bagian dari lingkungannya yang telah terbentuk.

Pertumbuhan Individu
            Perkembangan manusia yang wajar dan normal harus melalui proses pertumbuhan dan perkembangan lahir batin. Artinya bahwa individu atau pribadi manusia merupakan keseluruhan jiwa raga yang mempunyai ciri-ciri khas tersendiri. Walaupun terdapat perbedaan pendapat di antara para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju, lebih dewasa. Timbul berbagai pendapat dari berbagai aliran mengenai pertumbuhan:
  1. Para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi.
Proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh timbal balik dari pengalaman atau empiri luar melalui panca indera yang menimbulkan sensasi maupun pengalaman dalam mengenal keadaan batin sendiri yang menimbulkan sensasi.
  1. Menurut aliran psikologi gestalt pertumbuhan adalah proses diferensiasi.
Jadi menurut proses ini keseluruhan yang lebih dulu ada, baru kemudian menyusul bagian-bagiannya. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ini adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yang semula mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.
  1. Konsep aliran sosiologi tentang pertumbuhan menganggap pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:
  1. Pendirian Nativistik
Pertumbuhan itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
  1. Pendirian Empiristik dan Environmentalistik
Pendirian ini berlawanan dengan nativistik, karena mereka menganggap bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali.
  1. Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
Aliran ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.

Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi:
  1. Masa vital (usia 0 sampai kira-kira 2 tahun)
Pada masa ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. Menurut Frued tahun pertama dalam kehidupan individu itu sebagai masa oral.
  1. Masa estetik (usia kira-kira 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun)
Masa ini dianggap sebagai masa pertumbuhan rasa keindahan. Sebenarnya kata estetik diartikan bahwa pada masa ini pertumbuhan anak yang terutama adalah fungsi panca indera. Dalam masa ini juga tampak muncul gejala kenakalan yang umumnya terjadi pada usia 3 tahun sampai 5 tahun. Adapun kenakalan tersebut merupakan modal utama bagi anak dalam menghadapi dunianya maka sampailah anak pada penyadaran atau tahap penemuan “aku” yaitu suatu tahap ketika anakmenemukan dirinya sebagai subjek dan orang lain sebagai objek. Berarti dia menyadari bahwa dirinya juga subjek seperti yang lain. Pada masa ini terjadi pula apa yang kita sebut dengan menghendaki dan kehendak.
  1. Masa intelektual (usia kira-kira 7 tahun sampai kira-kira 13 atau 14 tahun)
Ada beberapa sifat khas pada anak-anak masa ini, antara lain:
a.       Adanya kolerasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi sekolah
b.      Sikap tunduk terhadap peraturan-peraturan, permainan yang tradisional
c.       Adanya kecenderungan memuji diri sendiri
d.      Jika tidak dapat menyelesaikan suatu soal maka soal itu dianggap tidak penting
e.       Senang membandingkan dirinya dengan orang lain
f.       Adanya minat kepada kehidupan praktis sehari-hari yang konkrit
g.      Sangat realistik ingin tahu, ingin belajar
h.      Gemar membentuk kelompok sebaya
            4.      Masa sosial, (kira-kira usia 13 atau 14 tahun sampai kira-kira 20-21 tahun)

 KELUARGA DAN FUNGSINYA DIDALAM KEHIDUPAN KELUARGA
Keluarga adalah unit atau satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Kelompok ini dalam hubungannya dengan perkembangan individu dikenal dengan sebutan primary group. Kelompok inilah yang melahirkan individu dengan berbagai macam bentuk kepribadiannya dalam masyarakat.
Keluarga merupakan gejala universal yang terdapat didunia ini. Sebagai gejala yang universal, keluarga mempunyai 4 karakteristik yang memberi kejelasan tentang konsep keluarga, yaitu:
1.      Keluarga terdiri dari orang-orang yang bersatu karena ikatan perkawinan, darah, atau adopsi.
2.      Para anggota suatu keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah dam mereka membentuk suatu rumah tangga (household)
3.      Keluarga itu merupakan satu kesatuan orang-orang yang berinteraksi dan saling berkomunikasi.
4.      Keluarga itu mempertahankan suatu kebudayaan bersama yang sebagian besar berasal dari kebudayaan umum yang lebih luas.
Emile Durkheim mengemukakan tentang sosiologi keluarga dalam karyanya, yaitu Introduction a la sosiologi de la famile (mayor Polak, 1979: 331). Dari karya ini muncul istilah keluarga conjugal yaitu keluarga dalam perkawinan monogamy, terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anaknya. Keluarga conjugal sering juga disebut keluarga batih atau keluarga inti.
Koentjaraningrat membedakan 3 macam keluarga luas berdasarkan bentuknya, yaitu:
1.      Keluarga luas utrolokal, berdasarkan adapt utrolokal, terdiri dari keluarga inti senior dengan keluarga-keluarga batih/inti anak laki-laki maupun anak perempuan
2.      Keluarga luas viriolokal, berdasarkan adapt viriolokal, terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluaga-keluarga inti dari anak-anak laki
3.      Keluarga luas uxorilokal, berdasarkan adapt uxorilokal, terdiri dari satu keluarga inti senior dengan keluarga-keluarga batih/inti anak-anak perempuan.
Dalam keluarga sering kita jumpai adanya fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan didalam atau oleh keluarga itu. Macam-macam fungsi keluarga adalah:
1.      Fungsi biologis
Persiapan perkawinan yaitu perlu dilakukan oleh orang-orang tua bagi anak-anaknya dapat berbentuk antara lain pengetahuan tentang kehidupan sex bagi suami isteri, pengetahuan untuk mengurus rumah tangga bagi sang isteri, tugas dan kewajiban bagi suami, memelihara pendidikan bagi anak-anak dan lain-lain. Setiap manusia padaa hakekatnya terdapat semacam tuntutan biologis bagi kelangsungan hidup keturunannya, melalui perkawinan
2.      Fungsi pemeliharaan
Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya dapat terlindung dari gangguan-gangguan.
3.      Fungsi ekonomi
Keluarga berusaha menyelenggarakan kebutuhan pokok manusia, yaitu:
a.       Kebutuhan makan dan minum
b.      Kebutuhan pakaian untuk menutup tubuhnya
c.       Kebutuhan tempat tinggal
Berhubungan dengan fungsi penyelenggaraan kebutuhan pokok ini maka orang tua diwajibkan untuk berusaha keras agar setiap anggota keluarga dapat cukup makan dan minum, cukup pakaian serta tempat tinggal.
4.      Fungsi keagamaan
Keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia yang taqwa keapada Tuhan Yang Maha Esa.
5.      Fungsi sosial
Dengan fungsi ini kebudayaan yang diwariskan itu adalah kebudayaan yang telah dimiliki oleh generasi tua, yaitu ayah dan ibu, diwariskan kepada anak-anaknya dalam bentuk antara lain sopan santun, bahasa, cara bertingkah laku, ukurang tentang baik buruknya perbuatan dan lain-lain.
Dengan fungsi ini keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat serta mempelajari peranan-peranan yang diharapkan akan mereka jalankan kelak bila dewasa. Dengan demikian terjadi apa yang disebut dengan istilah sosialisasi.
Dalam buku Ilmu Sosial Dasar karangan Drs. Soewaryo Wangsanegara, dikatakan bahwa fungsi-fungsi keluarga meliputi beberapa hal sebagai berikut:
1.      Pembentuk kepribadian
2.      Sebagai alat reproduksi
3.      Keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat
4.      Sebagai lembaga perkumpulan perekonomian
5.      Keluarga berfungsi sebagai pusat pengasuhan dan pendidikan



MASYARAKAT SUATU UNSUR DARI KEHIDUPAAN MASYARAKAT
Masyarakat dalam bahasa Inggris dipakai istilah society yang berasal dari kata latin “Socius” yang berarti “kawan”. Istilah masyarakat itu sendiri berasal dari akar kata Arab yaitu “Syakara” yang berarti “ikut serta, berpartisipasi”.
Peter L Berger, seorang ahli sosiologi memberikan definisi masyarakat sebagai berikut: “masyarakat merupakan suatu keseluruhan kompleks hubungan manusia yang luas sifatnya.”
Koentjaraningrat dalam tulisannya menyatakan bahwa masyarakat adalah sekumpulan manusia atau kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas adat istiadat bersama.
Dalam psikologi sosial masyarakat dinyatakan sebagai sekelompok manusia dalam suatu kebersamaan hidup dan dengan wawasan hidup yang bersifat kolektif, yang menunjukkan keteraturan tingkah laku warganya guna memenuhi kebutuhan dan kepentingan masing-masing. Melihat kenyataan dilapangan, suatu masyarakat bisa berupa suatu suku bangsa, bisa juga berlatar belakang dari berbagai suku.
Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapat digolongkan menjadi:
masyarakat sederhana

1.      Masyarakat sederhana (primitive)
Pola pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yang buas saat itu.

masyarakat maju




  2.   Masyarakat maju
Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok sosial, atau lebih dikenal dengan sebutan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Dalam lingkungan masyarakat maju, dapat dibedakan:
a.       Masyarakat non industri.
Secara garis besar, kelompok ini dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu kelompok primer dan kelompok sekunder.
1.      Dalam kelompok primer, interaksi antar anggotanya terjadi lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Kelompok ini disebut juga kelompok face to face group. Sifat interaksi bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok ini dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawab para anggota dan berlangsung atas dasar rasa simmpati dan secara suka rela.
2.      Dalam kelompok sekunder terpaut saling hubungan tidak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karena itu sifat interaksi, pembagian kerja, diatur atas dasar pertimbangan-pertimbangan  rasional objektif. Para anggota menerima pembagian kerja atas dasar kemampuan atau keahlian tertentu, disamping dituntut target dan tujuan tertentu yang telah ditentukan
b.      Masyarakat industri
Contoh : tukang roti, tukang sepatu, tukang bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik, ahli dinamo, dll mereka dapat bekerja secara mandiri. dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin kompleks pembagian kerja, semakin banyak timbul kepribadian individu. Sudah barang tentu masyarakat sebagai keseluruhan memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan tetapi hanya akan sampai pada batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya individualisme.

referensi : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar