Senin, 16 September 2013

Art always on my mind

Art always on my mind

Melewati hari-hari tanpa Art adalah sebuah pengalaman dan pelajaran yang sangat sulit. Namun, bagaimanapun aku harus bisa dan aku pasti bisa melewati ini semua. Sedih, tertekan dan terpuruk tapi disisi lain aku harus tetap tersenyum, ceria, sukses dan bangkit dari semua rasa penyesalan itu, demi orang-orang yang aku sayangin. Lagi pula aku selalu ingat dengan hal yang dilakukan Art, yaitu tetap tersenyum walaupun sebenarnya dibalik senyuman itu dia menyimpan sedih dan lelahnya.
Disatu sisi aku beruntung karena ketika awal kepergiannya aku masih bisa berkomunikasi dengan baik sehingga aku masih mampu menjalani semuanya senormal mungkin. Tapi ternyata seiring berjalannya waktu komunikasi itu semakin hari semakin kurang, bahkan komunikasi itu sempat hilang. Saat komunikasi itu hilang ternyata berpengaruh dengan konsentrasi aku. Ya, aku jadi kurang bisa konsentrasi karena pikiran aku terus-menerus tertuju pada Art. Aku sadar yang aku lakuin ini salah karena aku terus mengharapkan dan menunggu Art kembali lagi ke Jakarta untuk menempati semua janjinya.
Ketika aku tahu Art datang ke Jakarta tapi hanya sebentar untuk mengurus surat-surat perpidahannya aku bisa memaklumin itu semua. Namun, saat aku tahu dia datang ke Jakarta lagi dan tidak memberi tahu aku disitulah aku benar-benar sadar kalau dia sudah berubah. Mungkin karena kami sudah jarang berkomunikasi lagi karena kesibukan yang aku miliki makanya dia berpikir kalau aku sudah tidak peduli lagi sama dia. Padahal selama ini aku selalu menunggu dia untuk kembali ke Jakarta. Kesibukan yang aku lakukan selama ini sebenarnya agar aku tidak terlalu berlarut-larut dalam kesedihan setelah kepergian Art, tapi kadang aku sampai lupa waktu. Karena kesibukan itu aku sampai lupa tanggal 2 Desember 2012 itu adalah hari ulang tahun Art yang ke-20. Ketika itu aku baru mengucapkan pas tanggal 3 Desember 2012 lewat sebuah pesan singkat (SMS). Aku tahu Art sangat kecewa karena aku bisa baca dari sms balasan yang dia kirimkan dan jujur aku sangat menyesal karena melupakan tanggal itu. Aku semakin sadar kalau aku bukan sahabat yang baik buat Art. Mungkin itu juga yang dirasakan oleh Art makanya kami semakin jarang berkomunikasi.
Melihat album-album foto dia disebuah media sosial yang menunjukkan hasil karya yang dia buat sendiri dan foto dia bersama teman-teman barunya, aku yakin kalau dia disana juga bisa bahagia karena itu terlihat dari badannya yang semakin gendut dan pipinya yang semakin tembem. Ketika melihat itu semua, tanpa aku sadari ternyata aku menangis. Kenapa menangis? Aku menangis karena aku bahagia dia bisa nemuin kebahagiaan yang lebih disana dan aku yakin dia pasti bisa sukses. Mulai sejak itu aku semakin yakin untuk menjadikan Art sebagai kenangan yang terindah di dalam hidup aku, terlebih dia juga sudah melupakan aku. Mengapa aku bisa berkata seperti itu? Itu semua terbukti karena sekarang kami sudah lost contact dan dia juga sudah melupakan tanggal ulang tahun aku. Sedih tapi juga bahagia, ya mungkin ini semua sudah menjadi jalan hidup yang harus aku lalui tapi aku sangat bersyukur karena di dalam hidup aku pernah hadir seseorang yang bisa membuat aku menjadi spesial dihidup nya. Art adalah seorang yang bisa mencintai dengan caranya sendiri. Dia memang cuek tapi dibalik sikapnya yang cuek sebenarnya dia sangat peduli dan sangat melindungi. Tidak hanya itu, dia juga bisa membuat aku merasa spesial pernah hadir di dalam hidup dia dengan berbagai macam kenangan yang sudah kita lewati bersama.

Heemmm, sekarang tugas aku mungkin harus menyimpan Art di dalam kenangan terindah dihidupku dan menepati semua janji aku ke Art. Namun pelajaran dan pengalaman yang diberikan Art tidak akan pernah aku lupakan karena itu semua sangat berarti di dalam hidup aku. Art, kamu adalah salah satu sahabat terbaik yang pernah aku miliki di dunia ini. Terima kasih Art karena kamu sudah pernah hadir dan memberikan berbagai macam warna kehidupan di dalam hidupku ini. Semoga kita bisa sukses dan meraih apapun yang kita inginkan Aamiin.

Jumat, 13 September 2013

My Art

My Art

Kali ini aku akan membahas seseorang yang bisa dibilang salah satu orang yang berarti buat hidup aku. Karena telah memberikan pelajaran hidup secara tidak langsung. Kenapa secara tidak langsung? Karena aku belajar dari kehidupan yang dia alamin. Gimana bisa? Jadi begini ceritanya.
Pas awal masuk SMA aku sekelas dan bisa dibilang aku dekat dengan Art. Art? Iya panggil aja Art nanti kalian juga tau kenapa aku julukin dia Art. Oke aku lanjutin lagi ya ceritanya. Ketika aku sekelas, aku deket banget sama Art bahkan dia sampai cerita tentang keluarganya dan mulai dari situ aku sudah menganggap Art sebagai sahabat karena dari kisah hidupnya aku bisa mengambil pelajaran dan dia selalu ada buat aku begitu pula sebaliknya. Hari demi hari kita lewatin bersama dan tanpa aku sadarin dia mengajarkan aku menjadi sosok wanita dewasa yang berpikir dan tegar. Art adalah sosok pria yang sangat mencintai seni, karena bagi dia seni bisa mengekspresikan dirinya. Ya mulai dari gambar yang dia buat dan band yang dia jalanin untuk mengisi waktu kosongnya. Semua orang yang mengenal Art pasti akan tersenyum bahagia karena dia adalah sosok seorang yang selalu ceria, pekerja keras dan selalu tersenyum walau dibalik senyumnya dia menyembunyikan masalahnya atau bahkan lelahnya. Walau hanya satu tahun kami sekelas namun persahabatan kami berjalan dengan baik.
Ketika kami sudah tidak sekelas Art mengajak aku menonton bandnya tampil di sebuah acara lomba antar SMA, walau saat perlombaan itu bandnya kalah namun aku bahagia bisa menemani dia dan melihat bandnya manggung. Setelah perlombaan itu tidak lama kemudian teman bandnya Art menyatakan cintanya ke aku. Jujur bingung mau jawab apa dan akhirnya aku terima demi Art karena dia sahabat aku tapi beberapa hari kemudian aku sadar itu bukan jalan yang baik buat aku dan beberapa masalah pribadi lainnya, akhirnya aku memutuskan hubungan dengan teman bandnya Art. Ternyata keputusan yang aku ambil salah besar, karena situasi malah semakin buruk dan bisa dibilang itu awal mulai persahabatan aku dan Art menjadi sedikit renggang.
 Hari demi hari terlewatin sampai pada akhirnya kita menginjak kelas 3 SMA dan kami semua sibuk dengan pelajaran buat kelulusan serta jenjang pendidikan yang diambil selanjutnya. Waktu yang tanpa disadari berputar begiu cepat dan ternyata kami udah ada di detik-detik masa peralihan dari seorang siswa/i menjadi mahasiswa/i. Selama ini Art tidak pernah bercerita akan melanjutkan pendidikan kemana, namun dia hanya memberikan isyarat. Ya aku tahu itu isyarat perpisahan tapi saat itu juga Art bisa buat isyarat itu menjadi salah. Contoh isyaratnya :
1.      Dia menyelesaikan masalah aku dan bandnya tapi saat itu dia bilang karena sebentar lagi kita mau lulus-lulusan, makanya kita harus saling memaafkan.
2.       Saat kelasan aku foto-foto dia tiba-tiba datang dengan seorang teman bandnya dan dia minta di foto pake handphone aku katanya buat kenang-kenangan karena kita udah lulus-lulusan. Saat itu temannya ingin bilang sesuatu ke aku tapi Art ngasih kode agar temannya diam.
3.      Ketika ulang tahun teman bandnya (mantanku) aku memberikan surprise party karena saat aku ualng tahun mereka datang dan ternyata pesta itu bisa dibilang juga pesta perpisahan Art dan aku.
4.      Saat aku mengambil buku BTS aku ketemu dia di sekolah dan dia hanya minta doa dari aku, biar dia masuk ke sekolah penerbangan supaya dia bisa tetap disini. Saat itu aku sempat bertanya kalau tidak keterima mau lanjut kemana dan dia hanya tersenyum lalu melanjutkan menyusun berkas surat-suratnya. Dan ternyata perasaan aku benar kalau dia tidak lulus tes masuk ke sekolah penerbangan.
Art menyembunyikan kepergiannya dari aku. Sampai aku tahu dia akan kuliah di luar kota dan tinggal bersama Ayahnya dari komentar disebuah media sosial tanggal 16 Juli 2011 sedangkan dia berangkat tanggal 20 Juli 2011. Saat itu aku benar-benar sadar kalau aku bukanlah sahabat yang baik buat Art dan aku sangat menyesal tidak bisa nemuin dia sedangkan aku masih punya janji sama dia yang belum aku tepati. Saat itu aku hanya bisa nangis sampai mata benggep kaya orang habis ditonjok. Ya iyalah, orang aku nangis dari tanggal 16 Juli 2011 malam sampai 20 Juli 2011. Kenapa nangis? Banyak hal yang saat itu aku tangisin karena ditinggal Art, misalnya : aku takut kehilangan Art, aku tidak mau lost contact sama Art, aku takut tidak bisa jalanin hari-hari aku tanpa Art, aku takut Art tidak balik ke Jakarta lagi, aku takut tidak bisa jaga diri dan banyak hal lagi yang buat aku tidak rela ditinggal Art. Ketakutan dan kekhawatiran itu muncul karena selama ini bisa dibilang Art adalah sahabat, motivator, pelindung dalam hidup aku selain keluarga.
Kalau saat itu kalian ada didekat aku pasti kalian bisa lihat seberapa terpuruk, tertekan, dan sedihnya aku ditinggal Art. Ya, karena Art adalah salah satu orang yang berarti di dalam hidup aku dan aku sama sekali tidak siap ditinggal Art. Namun seiring berjalannya waktu, aku mencoba hidup tanpa Art. Walau itu semua sulit tapi Alhamdulillah sampai detik ini aku bisa. Kadang rasa rindu itu muncul dan jujur sampai detik ini aku selalu nangis setiap kangen sama dia. Art kamu adalah salah satu sahabat terbaik aku. Aku sangat bersyukur karena kamu pernah hadir dan mengisi hari-hari aku dengan berbagai warna di kehidupan ini. Mungkin aku bukanlah sahabat terbaik buat kamu tapi bagi aku, kamu yang terbaik buat aku.
Cerita yang aku tulis ini adalah sebuah kenyataan di dalam hidup aku yang pernah aku alamin, namun aku tidak bisa menceritakan semuanya karena jujur aku ingin jadiin itu semua sebuah kenangan yang indah yang pernah hadir di dalam hidup aku bersama Art.

Jumat, 12 Juli 2013

Pengalaman Recuitment Asisten Laboratorium Sistem Informasi

Pengalaman Recuitment Asisten Laboratorium Sistem Informasi


Laboratorium Sistem Informasi bukanlah Laboratorium yang pertama aku coba untuk mendaftarkan diri tapi Laboratorium Sistem Informasi adalah tempat terakhir aku mendaftar menjadi asisten di Universitas Gunadarma karena di Laboratorium Sistem Informasi akhirnya aku keterima menjadi asisten.
Aku adalah mahasiswi aktif di Universitas Gunadarma jurusan Sistem Informasi (semester 4). Jadi sebenarnya awal mula aku mendaftar pekerjaan di Universitas Gunadarma adalah di Laboratorium Manajemen Lanjut sebagai programmer. Waktu itu aku daftar bertiga yaitu aku, Uki Prastowo, dan Adhiwira Cahyadi. Tes hari pertama tanggal 15 Februari 2013 adalah tes tertulis, pengumuman dari tes tersebut diumumkan lewat web Laboratorium Manajemen Lanjut  jam 19.00. Saat itu kita bertiga lulus tes dan masuk ke tahap tes selanjutnya yang dilaksanakan tanggal 16 Februari 2013 pukul 07.45 yaitu tes tutorial, jadi buat programmer kita diminta buat makalah database dan ditutorialin (presentasikan). Pengumuman selanjutnya kita bertiga lulus ke tes selanjutnya kalau tidak salah tanggal 18 Februari 2013 adalah tes wawancara dengan staff dan ada tes prakteknya juga. Keesokan harinya wawancara dengan kepala Laboratorium Manajemen Lanjut dan langsung diumumin lulus atau tidak lulus. Dan akhirnya saat yang dinanti itu tiba, dari kita bertiga yang lulus menjadi programmer Laboratorium Manajemen Lanjut adalah Uki Prastowo. Selamat ya Uki Prastowo \(´`)/. Perasaan aku saat itu, karena aku bukan orang yang munafik ya perasaan sedih ada tapi yaudahlah yang penting aku udah berusaha dengan semaksimal mungkin.
Beberapa hari kemudian saat buka Studentsite ada pengumuman kesempatan menjadi Asisten Lembaga Pengembangan Komputerisasi (LEPKOM) lalu aku langsung daftar online dan beberapa hari kemudian aku menyerahkan berkas CV ke ruangan yang sudah ditentukan. Sangat tidak disangka aku lulus seleksi berkas dan mendapatkan briefing. Kemudian ditanggal yang sudah ditentukan aku mengikuti tes pertama yaitu tes teori, jadi kita ngisi soal-soal yang ada di Laboratorium langsung di depan komputer. Setelah lulus tes pertama aku mengikuti tes kedua yaitu tes programming jadi tesnya itu langsung buat program di Laboratorium dengan output yang sudah ditentukan. Pada saat aku tes programming aku menggunakan C++ yang baru aku pelajarin semalam dan itu adalah materi kuliah aku semester ini jadi aku masih bener-bener kurang mengerti C++, tapi aku sangat bersyukur karena program yang aku buat bisa jalan `ʃƪ). Pengumuman selanjutnya menyatakan aku lulus ke tes tahap ketiga yaitu tes tutorial awalnya itu briefing dulu dan kita dikasih waktu seminggu buat belajar. Ya saat itu karena bingung mau bahas apa akhirnya aku milih untuk bahas HTML dan hasilnya saat pengumuman selanjutnya nama aku tidak tertera padahal itu tinggal wawancara dan langsung keterima. Sedih banget karena aku rela tidak masuk kuliah demi menjalankan tes tersebut tapi yasudahlah belum rezeki. Tapi disisi lain aku bangga sama Wachit Nur Hidayati karena bisa lulus jadi Asisten Lembaga Pengembangan Komputerisasi (LEPKOM). Selamat ya Wachit Nur Hidayati \(´`)/.
Ada lowongan lagi di Laboratorium Manajemen Menengah dan aku udah nyerahin CV juga tapi aku tidak hadir saat tes pertama jadi gugur deh hehehe. Lanjut lagi perjalan hidup ini yang akhirnya mencoba daftar di Laboratorium Sistem Informasi. Jujur saat daftar di Laboratorium Sistem Informasi itu sebenernya perasaan ini udah degdegan banget karena takut tidak diterima lagi. Rasanya itu malu loh tidak diterima apalagi kalau teman udah ada yang buat down dengan perkataannya dengan bilang begini “Udahlah rin percuma lu daftar palingan ga diterima lagi” atau gini “Udah sih ga usah daftar Laboratorium mending lu tetep diorganisasi nemenin gue” ada lagi yang gini “Udah rin lu mah nyoba mulu ujung-ujungnya ga keterima” bahkan ada yang lebih parah “Rin udah sih ga usah daftar mulu. Malu tau ga keterima, gue itu kasihan sama lu”. Dan aku hanya bisa tersenyum dan menjawab “Ya kan ga ada salahnya nyoba dulu”, sebenarnya didalam hati ini rasanya sedih dan sakit banget (_). Ketika teman kalian lagi ada disituasi seperti ini atau yang mirip dengan ini, seharusnya kalian itu bantu ngasih semangat bukan malah buat orang jadi down. Aku tahu kalian pasti jadi mikirnya kasihan tapi aku yakin yang dibutuhin seseorang ketika diposisi ini adalah semangat bukan rasa kasihan apalagi kata-kata yang menyakitkan *Maaf curcol*.
Beberapa minggu setelah nyerahin CV di Laboratorium Sistem Informasi ada sms kalau tanggal 4 Juli 2013 jam 11.00 kumpul diruangan yang sudah ditentukan untuk briefing mengenai tes penerimaan calon asisten Laboratorium Sistem Informasi sekaligus mengambil kertas untuk tes programming (gulungan kertas buat mempelajari materi yang besok akan dites dan aku dapet materi MySql) dan kartu tes (Jadi kalau udah ngelaksanain tes nanti di tanda tangan sama yang ngetes buat tanda bukti). Semua tes (programming, interview, tutorial) dilaksanakan besok yaitu tanggal 5 Juli 2013. Belajar MySql langsung di depan laptop hanya sekitar 3 jam itupun udah di bantu sama Reno, Ka Heru, Yenni dan Lia. Lalu selebihnya hanya ngapalin materi karena benar-benar belajar ngebut dan hasilnya, Alhamdulillah program bisa jalan lalu tes selanjutnya interview. Saat diinterview jujur kaget banget si ibu yang ngeinterview bilang begini “Kamu niat banget ya mau jadi asisten”. Lanjut ke tes selanjutnya yaitu tes tutorial (mempresentasikan hasil tes programming yang tadi di buat). Jujur di tes tutorial itu bener-bener degdegan soalnya yang nutor ada 3 asisten cowo dan 1 asisten cewe. Setelah rangkaian tes selesai tinggal menunggu hasil yang akan diberitahukan via sms (katanya kalau lulus akan diinformasikan sore atau malam hari).
Udah malam dan udah capek megangin handphone sampe ketiduran pas subuh bangun langsung cek handphone dan sms nya tak kunjung datang alhasil sampe ketiduran lagi dan bangun jam 6:30 megang handphone belum ada juga dan udah males masuk jam tambahan karena udah kesiangan tapi ga tau kenapa langsung mandi dan setelah mandi nge-cek handphone dan taraaaa sms yang ditunggu datang juga. Benar-benar bersyukur dan langsung ganti baju terus berangkat ke kampus buat briefing sekaligus tanda tangan kontrak kerja \(´`)/. Pas briefing ternyata kita semua dikasih tahu pengumumannya memang sengaja pagi karena si ibu yang sms lagi sibuk dan senga buat kita penasaran. Sesudah briefing langsung ke kelas dan ternyata dosennya hanya ngasih soal buat belajar saja.

Di dalam pengalaman aku ini, aku hanya ingin menyampaikan pesan bahwa:
1.      Tidak ada salahnya untuk mencoba hal baru didalam hidup ini selama itu masih di dalam hal kebaikan.
2.      Jangan pernah berhenti berusaha walau orang lain udah mandang kita sebelah mata. Karena rezeki itu Allah yang ngatur, kita sebagai manusia harus berusaha sambil berdoa meminta yang terbaik untuk hidup kita.
3.      Jangan pernah putus asa untuk mengejar impian, harapan dan cita-cita karena pengalaman adalah guru terbaik di dalam hidup ini. Apalagi demi buat kedua orang tua kalian tersenyum bahagia.
4.      Walau kalian marah atau sedih harus tetap tersenyum. Aku tahu itu susah tapi aku yakin kita semua bisa melakukan itu.

Buat kalian yang lagi mencoba terus semangat dan jangan mudah putus asa ya (*^^*)

Minggu, 07 Juli 2013

BUDAYA ORGANISASI

BUDAYA ORGANISASI

Pengertian Budaya Organisasi
Pengertian budaya organisasi menurut beberapa ahli :
1.      David Buchanan & Andrzej Huczynski (2004)
·         Kumpulan nilai-nilai, keyakinan, kebiasaan tradisi, dan praktek-praktek yang relatif seragam dan bertahan yang sama-sama dimiliki oleh anggota organisasi, yang dipelajari oleh pegawai yang baru masuk, dan diturunkan dari satu generasi pegawai ke generasi berikutnya.
·         Budaya suatu perusahaan terdiri dari nilai-nilai dan keyakinan, mitos, pahlawan dan simbol-simbol yang mempunyai makna bagi semua pegawai.
2.      Andrew J. DuBrin (2007)
·         Budaya organisasi adalah suatu sistem nilai-nilai dan keyakinan bersama yang mempengaruhi perilaku pekerja.
·         Budaya merupakan kekuatan yang demikian dominan di dalam organisasi.
3.      Stephen P. Robbins & Timothy A Judge (2007)
·         Budaya organisasi merujuk kepada suatu sistem makna bersama yang dimiliki oleh anggota-anggota yang membedakan satu organisasi dari organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini, jika diselidiki lebih jauh lagi, merupakan sejumlah karakteristik yang dijunjung tinggi oleh organisasi ini.
·         Esensi budaya organisasi :
o   Inovasi dan mengambil risiko
o   Perhatian pada rincian
o   Orientasi hasil
o   Orientasi orang
o   Orientasi tim
o   Agresifitas
o   Stabilitas
4.      Robert P. Vecchio (2006)
·         Budaya organisasi sebagai nilai-nilai bersama dan norma-norma bersama yang terdapat di dalam sebuah organisasi dan yang diajarkan kepada para pegawai yang baru masuk.
·         Budaya organisasi berkaitan dengan keyakinan bersama dan perasaan-perasaan, keteraturan di dalam perilaku, dan proses historis untuk merubah nilai-nilai dan norma-norma.
5.      Jack Wood dkk (2004)
·         Budaya organisasi tidak bekerja di ruang hampa. Struktur organisasi, desain kerja dan proses serta kebijakan organisasi merupakan cara mengekspresikan budaya yang bisa menghambat apa yang mungkin dipercayai oleh manager.

Fungsi Budaya Organisasi
Robert Kreitner, Angelo Kinicki (2007)
Suatu budaya organisasi memenuhi empat fungsi yaitu :
1.      Memberikan identitas kepada anggota organisasi
2.      Memudahkan komitmen kolektif
3.      Meningkatkan stabilitas sistem sosial. Stabilitas sistem sosial mencerminkan sejauh mana lingkungan kerja dipersepsikan sebagai positif dan memperkuat, dan sejauh mana konflik perubahan dikelola secara efektif.
4.      Membentuk perilaku dengan membantu anggota organisasi memahami lingkungan mereka. Fungsi budaya ini membantu memahami kenapa organisasi melakukan apa yang dilakukannya untuk mencapai tujuan-tujuan jangka panjangnya.

Tipopologi Budaya Organisasi
Pengertian Tipologi merupakan suatu pengelompokan bahasa berdasarkan ciri khas tata kata dan tata kalimatnya (Mallinson dan Blake, 1981: 1-3). Tipologi budaya organisasi bertujuan untuk menunjukkan aneka budaya organisasi yang mungkin ada di realitas, tipologi budaya organisasi dapat diturunkan dari tipologi organisasi misalnya dengan membagi tipe organisasi dengan membuat tabulasi silang antara jenis kekuasaan dengan jenis keterlibatan individu di dalam organsiasi.
            Jenis kekuasaan dan keterlibatan individu dalam organisasi dibagi menjadi :
1.      Organisasi Koersif, adalah organisasi dimana para anggota organisasi harus mematuhi apapun peraturan yang diberlakukan.
2.      Organisasi Utilitarian, adalah organisasi dimana para anggota diperlakukan secara adil dalam pekerjaan dan hasil sesuai dengan standart atau ketentuan yang disepakati bersama oleh anggota organisasi.
3.      Organisasi Normatif, adalah organisasi dimana para anggota organisasinya memberikan konstribusi tinggi pada komitmen karena menganggap organisasi adalah sama dengan tujuan diri mereka sendiri.


Daftar Pustaka :

Andrew J. DuBrin. Fundamentals of Organizational Behavior. Fourth Edition. Thomson South-Western, 2007.
David Buchanan, Andrzej Huczynski. Organizational Behaviour: An Introductory Text. Fifth Edition. Prentice Hall Financial Times, 2004.
Jack Wood, Joseph Wallace, Rachid M. Zeffane, Judith Chapman, John R. Schermerhorn, James G. Hunt, Richard N. Osborn. Organisational Behaviour: A Global Perspective. Third Edition. John Wiley & Sons Australia, Ltd, 2004.
Robert Kreitner, Angelo Kinicki. Organizational Behavior. Seventh Edition. McGraw-Hill, 2007.
Robert P. Vecchio. Organizational Behavior: Core Concepts. Sixth Edition. Thomson South-Western, 2006.
Stephen P. Robbins & Timothy A Judge. Organizational Behavior. Twelfth Edition. Pearson Prentice Hall, 2007.
http://akmal-aria.blogspot.com/2013/07/budaya-organisasi.html (di akses pada tanggal 07 Juli 2013, 09:07)