Jumat, 09 November 2012

Konflik Organisasi


BAB I
PENDAHULUAN

Dalam membangun suatu organisasi untuk mencapai atau mewujudkan suatu tujuan bersama yang dapat menguntungkan kedua belah pihak akan menimbulkan suatu pertarungan menang atau kalah antara kelompok atau perorangan yang berbeda kepentingannya satu sama lain dalam organisasi, atau dapat dikatakan juga bahwa konflik adalah segala macam interaksi pertentangan atau antogonistik antara dua atau lebih pihak yang terkait.
Perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi adalah latar belakang terjadinya konflik. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakn situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak ada satu masyarakat pun yang tidak pernah mangalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.


BAB II
PEMBAHASAN
KONFLIK ORGANISASI

1.      PENGERTIAN KONFLIK
Konflik berasal dari kata kerja latin configure yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Ada beberapa pengertian konflik menurut beberapa ahli.
1.      Konflik menurut Robbin
Robbin (1996: 431) mengatakan konflik dalam organisasi disebut sebagai The Conflict Paradoks, yaitu pandangan bahwa di sisi konflik dianggap dapat meningkatkan kinerja kelompok, tetapi di sisi lain kebanyakan kelompok dan organisasi berusaha untuk meminimalisasikan konflik. Pandangan ini dibagi menjadi tiga bagian, antara lain:
a.       Pandangan tradisional (The Tradisional View)
Pandangan ini menyatakan bahwa konflik itu hal yang buruk, sesuatu yang negatif, merugikan, dan harus dihindari. Konflik ini merupakan suatu hasil disfungsional akibat komunikasi yang buruk, kurang kepercayaan, keterbukaan di antara orang-orang, dan kegagalan manajer untuk tanggap terhadap kebutuhan dan aspirasi karyawan.
b.      Pandangan hubungan manusia (The Human Relation View)
Pandangan ini menyatakan bahwa konflik dianggap sebagai suatu peristiwa yang wajar terjadi di dalam kelompok atau organisasi. Konflik dianggap sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindari karena di dalam kelompok atau organisasi pasti terjadi perbedaan pandangan atau pendapat antar anggota. Oleh karena itu, konflik harus dijadikan sebagai suatu hal yang bermanfaat guna mendorong peningkatan kinerja organisasi. Dengan kata lain, konflik harus dijadikan sebagai motivasi untuk melakukan inovasi atau perubahan di dalam tubuh kelompok atau organisasi.
c.       Pandangan interaksionis (The Interactionist View)
Pandangan ini cenderung mendorong suatu kelompok atau organisasi terjadinya konflik. Hal ini disebabkan suatu organisasi yang kooperatif, tenang, damai, dan serasi cenderung menjadi statis, apatis, tidak aspiratif, dan tidak inovatif. Oleh karena itu, menurut pandangan ini, konflik perlu dipertahankan pada tingkat minuman secara berkelanjutan sehingga tiap anggota di dalam kelompok tersebut tetap semangat, kritis-diri, dan kreatif.

2.      Konflik menurut Stoner dan Freeman
Stoner dan Freeman (1989-392) membagi pandangan menjadi dua bagian, yaitu pandangan tradisional (Old View) dan pandangan modern (Current View).
a.       Pandangan tradisional
Pandangan tradisional menganggap bahwa konflik dapat dihindari. Hal ini disebabkan konflik dapat mengacaukan organisasi dan mencegah pencapaian tujuan yang optimal. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan yang optimal, konflik harus dihilangkan.
b.      Pandangan modern
Konflik tidak dapat dihindari. Hal ini disebabkan banyak faktor, antara lain struktur organisasi, perbedaan tujuan, persepsi, nilai-nilai, dan sebagainya. Konflik dapat mengurangi kinerja organisasi dalam berbagai tingkatan. Jika terjadi konflik, manajer sebagai pihak manajemen bertugas mengelola konflik sehingga tercipta kinerja yang optional untuk mencapai tujuan bersama.

3.      Konflik menurut Myers
Selain pandangan menurut Robbin dan Stoner dan Freeman, konflik dipahami berdasarkan dua sudut pandang, yaitu:
a.       Pandangan tradisional
Pandangan ini sangat menghindari adanya konflik karena dinilai sebagai faktor penyebab pecahnya suatu kelompok atau organisasi. Menurut pandangan tradisional, konflik haruslah dihindari.
b.      Pandangan kontemporer
Konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakkan sebagai konsekuensi logis interaksi manusia. Namun, yang menjadi persoalan adalah bukan bagaimana meredam konflik, tapi bagaimana menanganinya secara tepat sehingga tidak merusak hubungan antar pribadi bahkan merusak tujuan organisasi.

2.      JENIS DAN SUMBER KONFLIK
Ada beberapa orang yang mengelompokkan konflik menjadi sebagai berikut :
a.       Konflik peranan yang terjadi di dalam diri seseorang (person role conflict)
b.      Konflik antar peranan (inter-role conflict), yaitu persoalan timbul karena satu orang menjabat dua atau lebih fungsi yang saling bertentangan.
c.       Konflik yang timbul karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang (intersender conflict)
d.      Konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan (intrasender conflict)

Selain pembagian jenis konflik di atas masih ada pembagian jenis konflik yang dibedakan menurut pihak-pihak yang saling bertentangan, yaitu :
a.       Konflik dalam diri individu
b.      Konflik antar individu
c.       Konflik antar individu dan kelompok
d.      Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
e.       Konflik antar organisasi

Konflik organisasional timbul karena ada beberapa sumbernya, dan berbagai sumber utama konflik tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
a.       Kebutuhan untuk membagi sumber daya- sumber daya yang terbatas
b.      Perbedaan-perbedaan dalam berbagai tujuan
c.       Saling ketergantungan kegiatan-kegiatan kerja
d.      Perbedaan nilai-nilai atau persepsi
e.       Kemenduaan organisasional
f.       Gaya gaya individual

Individu-individu dalam organisasi mempunyai banyak tekanan pengoperasian organisasional yang menyebabkan konflik. Secara lebih konsepsual Litterer mengemukakan empat penyebab konflik organisasional, yaitu :
a.       Suatu situasi di mana tujuan-tujuan tidak sesuai
b.      Keberadaan peralatan-peralatan yang tidak cocok atau alokasi-alokasi sumber daya yang tidak sesuai
c.       Suatu masalah ketidak tepatan status
d.      Perbedaan presepsi

Di dalam suatu organisasi terdapat empat bidang struktural, dan di bidang itulah konflik sering terjadi, yaitu :
a.       Konflik hirarkis, adalah konflik antara berbagai tingkatan organisasi
b.      Konflik fungsional, adalah konflik antara berbagai departemen fungsional organisasi
c.       Konflik lini-staf, adalah konflik antara lini dan staf
d.      Konflik formal informal, adalah konflik antara organisasi formal dengan organisasi informal.

3.      STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK
Secara tradisional pendekatan terhadap konflik organisasional adalah sangat sederhana dan optimistik. Pendekatan tersebut didasarkan atas tiga anggapan, yaitu :
a.       Konflik dapat dihindarkan
b.      Konflik dapat dihindarkan oleh para pembuat masalah, pengacau dan primadona
c.       Bentuk-bentuk wewenang legalistic
d.      Korban diterima sebagai hal yang tak dapat dielakkan

Apabila keadaan tidak saling mengerti serta situasi penilaian terhadap perbedaan antara anggota organisasi itu makin parah sehingga consensus sulit dicapai, sehingga konflik tak terelakkan, dalam hal ini pimpinan dapat melakukan berbagai tindakan tetapi harus melihat situasi dan kondisinya, yaitu :
a.       Menggunakan kekuatan
b.      Konfrontasi
c.       Kompromi
d.      Menghaluskan situasi
e.       Pengunduran diri

Bila dilihat sekilas memang sepertinya konflik itu sangat sulit untuk dihindari dan diselesaikan, tetapi dalam hal ini jangan beranggapan bahwa dengan adanya konflik berarti organisasi tersebut telah gagal, karena bagaimanapun sulitnya suatu konflik pasti dapat diselesaikan oleh para anggota dengan melihat persoalan-persoalan serta mendudukannya pada proporsi yang wajar.

4.      MOTIVASI
Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.
Jadi motivasi bukanlah sesuatu yang dapat diamati, tetapi merupakan hal yang dapat disimpulkan adanya karena sesuatu perilaku yang tampak. Motivasi merupakan masalah yang kompleks dalam organisasi karena kebutuhan dan keinginan setiap anggota organisasi adalah berbeda-beda dan berkembang atas dasar proses belajar yang berbeda pula.

5.      TEORI MOTIVASI
Motivasi dapat ditimbulkan baik oleh faktor internal maupun eksternal tergantung dari mana suatu kegiatan dimulai.
Kebutuhan dan keinginan yang ada dalam diri seseorang akan menimbulkan motivasi internal. Begitu juga dalam suatu organisasi, setiap individu akan mempunyai kebutuhan dan keinginan yang berbeda dan unik. Penggolongan motivasi internal yang dapat diterima secara umum belum medapat kesepakatan para ahli, namun demikian para psikolog menyetujui bahwa motivasi internal dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu :
a.       Motivasi fisiologis, yang merupakan motivasi alamiah (biologis) seperti lapar, haus, seks
b.      Motivasi psikologis, yang dapat dikelompokkan dalam tiga kategori dasar yaitu :
-          Motivasi kasih sayang (affectional motivation), yaitu motivasi untuk menciptakan dan memelihara kehangatan, keharmonisan, dll.
-          Motivasi mempertahankan diri (ego-defensive motivation) yaitu motivasi untuk melindungi kepribadian dan mendapatkan kebanggan diri.
-          Motivasi memperkuat diri (ego-bolstering motivation) yaitu motivasi untuk mengembangkan kepribadian, berprestasi dll.
Teori motivasi eksternal mejelaskan kekuatan-kekuatan yang ada di dalam individu yang dipengaruhi faktor-faktor intern. Untuk itu, teori motivasi eksternal tidak mengabaikan teori motivasi internal, tetapi justru mengembangkannya. Teori motivasi eksternal ada yang positif dan ada pula yang negatif. Dalam hal ini ada sebuah teori dari Mc Gregor yang dikenal dengan teori X dan teori Y, yang akan membantu menjelaskan teori motivasi eksternal.
Teori tradisional mengenai kehidupan organisasi banyak diarahkan dan dikendalikan atas teori X. adapun anggapan-anggapan yang mendasari teori tersebut adalah :
-          Rata-rata para pekerja itu malas, tidak suka bekerja.
-          Karena pada dasarnya pekerja itu tidak suka bekerja, maka harus dipaksa, dikendalikan, diperlakukan dengan hukuman, dan diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi
-          Rata-rata para pekerja lebih senang dibimbing, berusaha menghindari tanggung jawab, ambisi yang kecil, dll
Tetapi pada kenyataannya teori X tidak dapat menjawab seluruh fakta yang ada dan terjadi di dalam organisasi. Oleh karena itu perlu ada teori yang lain yang mungkin dapat menjawabnya, yaitu teori Y, anggapan-anggapan dari teori Y antara lain sebagai berikut :
-          Usaha fisik dan mental yang dilakukan manusia dalam bekerja adalah kodrat manusia, sama halnya dengan bermain atau beristirahat
-          Rata-rata manusia bersedia belajar, dalam kondisi yang layak tidak hanya menerima tetapi mencari tanggung jawab
-          Ada kemampuan yang besar dalam kecerdikan, kreativitas dan daya imajinasi untuk memecahkan masalah-masalah organisasi yang secara luas tersebar pada seluruh karyawan
-          Pengendalian ekstern dan hukuman bukan satu-satunya cara untuk mengarahkan usaha pencapaian tujuan tersebut
-          Keterikatan pada tujuan organisasi adalah fungsi penghargaan yang diterima karena prestasinya
-          Organisasi seharusnya memberikan kemungkinan orang untuk mewujudkan potensinya, dan tidak hanya digunakan sebagian.


BAB III
KESIMPULAN

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa timbulnya konflik atau pertentangan dalam organisasi, merupakan suatu kelanjutan dari adanya komunikasi dan informasi yang tidak menemui sasarannya. Bila dilihat sekilas memang sepertinya konflik itu sangat sulit untuk dihindari dan diselesaikan, tetapi dalam hal ini jangan beranggapan bahwa dengan adanya konflik berarti organisasi tersebut telah gagal, karena bagaimanapun sulitnya suatu konflik pasti dapat diselesaikan oleh para anggota dengan melihat persoalan-persoalan serta mendudukannya pada proporsi yang wajar. Oleh karena itu pemahaman akan konsep dan dinamika konflik dalam studi prilaku organisasional perlu untuk dipahami dengan baik.

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

 Widiyatmini & Izzati A, Pengantar Organisasi & Metode, Jakarta: Gunadarma, 1996.



Selasa, 09 Oktober 2012

Arti Pentingnya Organisasi dan Metode


BAB I
PENDAHULUAN

Dalam membangun suatu kerja sama dalam suatu tim atau kelompok dengan orang lain perlu dibangunnya suatu organisasi, organisasi dibentuk untuk mencapai atau mewujudkan suatu tujuan bersama yang dapat menguntungkan kedua belah pihak tidak hanya itu diharapkan juga dapat berguna bagi pembangunan dan perubahan bangsa menjadi lebih baik.
Organisasi ini harus dibentuk dan diatur secara baik, benar, dan penuh tanggung jawab karena didalam suatu organisasi dibutuhkan kerja sama dan kekompakkan yang sebelumnya sudah direncanakan (planning) secara matang oleh manajer atau oleh seorang pejabat yang bertanggung jawab atas terselenggaranya aktivitas-aktivitas manajemen agar tujuan dari unit yang yang dipimpinnya dapat tercapai dengan menggunakan bantuan dan kerja sama orang lain. Selain itu diperlukan juga tata kerja saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, ketiganya memiliki kesamaan yaitu sama-sama ingin mencapai suatu tujuan.


BAB II
PEMBAHASAN
ARTI PENTINGNYA ORGANISASI DAN METODE

1.      PENGERTIAN ORGANISASI DAN METODE
Secara sederhana organisasi dapat diartikan sebagai :
Wadah             : sekelompok manusia untuk saling bekerja sama
Proses              : pengelompokan manusia dalam suatu kerja sama yang efisien
Sedangkan istilah metode tersebut berarti suatu tata kerja yang dapat mencapai tujuan secara efisien.

Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah :
Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.
           
Dari pengertian tersebut terkandung beberapa maksud yaitu :
a.       Organisasi dan metode merupakan kunci atau syarat pelaksanaan kerja yang setepat-tepatnya.
b.      Organisasi dan metode penting bagi kegiatan manajemen
c.       Organisasi dan metode dapat memanfaatkan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
d.      Organisasi dan metode berguna dalam meningkatkan efisiensi kerja untuk mencapai tujuan

Dari uraian tersebut terlihat jelas betapa eratnya hubungan antara manajemen, organisasi dan metode, bukan sepertinya dapat dikatakan bahwa organisasi dan metode merupakan salah satu bidang pengkhususan dari manajemen.
Jadi sifat dan maksud organisasi metode adalah pelayaran terhadap manajer dan administrasi yang berusaha memajukan pekerjaan mereka atau tata kerja yang dipergunakan dalam rangka pencapaian efisiensi yang maksimal pada organisasi.

2.      MANAJEMEN DAN ORGANISASI
Manajemen pada hakekatnya merupakan proses kegiatan seseorang pimpinan (manajer) yang harus dilakukan dengan mempergunakan cara-cara pemikiran yang rasional maupun praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui kerja sama dengan orang lain sebagai sumber tenaga kerja tanpa mengabaikan sumber-sumber yang lain dan waktu yang tersedia dengan cara yang setepat-tepatnya.

Kegiatan manajemen :
a.       Perencanaan (planning)
-          Merupakan proses kegiatan pemikiran, dugaan dan penentuan prioritas-prioritas yang harus dilakukan secara rasional sebelum melaksanakan tindakan yang sebenarnya
-          Merupakan kegiatan non fisik (kejiwaan) sebelum melaksanakan kegiatan fisik
-          Sangat diperlukan dalam rangka mengarahkan tujuan dan sasaran organisasi serta tujuan suatu program pembangunan
b.      Pengorganisasian (organizing)
-          Merupakan proses penyusunan pembagian kerja ke dalam unit-unit kerja dan fungsi-fungsinya serta penempatan mengenai orang yang menduduki fungsi-fungsi tersebut secara tepat
-          Dilakukan demi perencanaan, pelaksanaan dan pembagian kerja yang tepat
-          Harus diperhatikan dalam penempatan orang (staffing) dilakukan secara objektif
c.       Pendorong (motivating)
-          Merupakan proses kegiatan yang harus dilakukan untuk membina dan mendorong semangat dan kerelaan kerja para pegawai
-          Mencakup segi-segi perangsang baik yang bersifat rohaniah seperti kenaikan pangkat, pendidik dan pengembangan karier, pemberian cuti dan sebagainya maupun yang bersifat jasmaniah seperti sistem upah yang menggairahkan, pemberian tunjangan, penyediaan fasilitas yang lengkap dan sebagainya
d.      Pengendalian (controlling)
-          Merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan untuk mengadakan pengawasan, penyempurnaan dan penilaian sehingga dapat mencapai tujuan seperti yang direncanakan
-          Sangat penting untuk mengetahui sampai di mana pekerjaan sudah dilaksanakan
-          Dapat dilakukan evaluasi, penentuan tindakan korektif ataupun tidak lanjut, sehingga pengembangan dapat ditingkatkan pelaksanaannya

Keempat kegiatan tersebut tidak akan terlaksana tanpa adanya sumber-sumber ataupun sarana yang harus didayagunakan secara tepat. Menurut istilah George R Terry sumber-sumber yang dimaksud disebut 6 M (The six M’s in management) yaitu :
a.       Manpower (manusia atau tenaga kerja)
b.      Money (uang atau dana)
c.       Materials (bahan-bahan atau material)
d.      Machines and equipment (mesin dan peralatan)
e.       Methods (tata kerja)
f.       Market (pasar)

Dari uraian di atas dapat dirumuskan bahwa manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka akan perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerja sama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan.

3.      PROSES ORGANISASI
Struktur organisasi merupakan suatu kerangka yang menunjukkan seluruh kegiatan-kegiatan untuk pencapaian tujuan organisasi, hubungan antar fungsi serta wewenang dan tanggung jawabnya di samping itu struktur organisasi juga mencerminkan mekanisme-mekanisme formal pada pengelolaan organisasi.
Contoh organisasi dilingkungan misalnya karang taruna, osis, mejelis ta’alim, pmr, paskibra, pramuka, dan sebagainya.
Struktur organisasi (formal) mempunyai dua muka yaitu :
a.       Model struktur, dalam hal ini kita dapat mempergunakan prinsip-prinsip teori organisasi
b.      Dimensi-dimensi dasar struktur, yang akan menentukan kegiatan-kegiatan dan hubungan-hubungan yang harus dilakukan dan tingkat spesialisasi yang dapat diberikan.
Adapun mengenai proses-proses yang terjadi dalam organisasi (formal) antara lain :
a.      Proses mempengaruhi  (wewenang dan kekuasaan)
Menurut Scott dan Mitchell pengaruh merupakan suatu transaksi sosial di mana seorang atau kelompok orang digerakan oleh seseorang atau kelompok orang yang lain untuk melakukan kegiatan yang sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi. Dalam hal ini suatu pengaruh sangat berhubungan dengan kekuasaan dan wewenang. Yang dimaksud dengan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempunyai pengaruh, sedangkan wewenang merupakan salah satu tipe dari kekuasaan.
b.      Proses pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan secara universal didefinisikan sebagai pemilihan di antara berbagai alternatif yang mencakup baik pembuatan pilihan maupun pemecahan masalah. Pengambilan keputusan sebagai bagian kunci kegiatan manajer, merupakan proses melalui serangkaian kegiatan dipilih.
       Suatu keputusan adalah rasional secara sengaja bila penyesuaian-penyesuaian sarana terhadap hasil akhir dicoba dengan sengaja oleh individu atau organisasi, dan suatu keputusan adalah rasional secara organisasional bila keputusan diarahkan ke tujuan-tujuan individual.

4.      DINAMIKA ORGANISASI
Manusia melakukan kegiatan dan bereaksi terhadap kegiatan orang lain dalam organisasi baik dari pimpinan atau sesama anggota, menimbulkan bermacam-macam dinamika perilaku dalam organisasi. Didalam dinamika organisasi ini terdapat beberapa hal penting antara lain : organisasi informal, dinamika konflik, teori motivasi, kepemimpinan dalam berorganisasi, analisis kepegawaian dan anggaran organisasi.


BAB III
KESIMPULAN

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam membangun suatu organisasi, manajemen yang baik sangat diperlukan agar tercapainya tujuan yang telah ditetapkan melalui kerja sama dengan orang lain sebagai sumber tenaga kerja tanpa mengabaikan sumber-sumber yang lain dan waktu yang tersedia dengan cara yang setepat-tepatnya. Selain manajemen, metode dan tata kerja juga harus difikirkan dan dipertimbangkan agar semuanya dapat berjalan dengan selaras dan seimbang. Seorang manajer juga harus pandai dalam membaca situasi yang akan terjadi, sehingga manajer dapat mengambil keputusan yang terbaik agar organisasi dan manajemen yang telah dibangunnya dapat bertahan.
Dengan demikian jelas sudah manajemen, organisasi dan tata kerja selain memiliki hubungan timbal balik ketiganya juga diarahkan kepada pencapaian suatu tujuan. Maka dari itu ketiganya tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lain. Selain itu struktur organisasi juga diperlukan untuk menunjukkan seluruh kegiatan-kegiatan untuk pencapaian tujuan organisasi, hubungan antar fungsi serta wewenang dan tanggung jawabnya di samping itu struktur organisasi juga mencerminkan mekanisme-mekanisme formal pada pengolahan organisasi.


BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Widyatmini & Izzati A, Pengantar Organisasi & Metode, Jakarta: Gunadarma, 1996.





Rabu, 12 September 2012

WHEN YOU LOVE SOMEONE - ENDAH N RHESA



I love you but it’s not so easy 
To make you here with me
I wanna touch and hold you forever 
But you’re still in my dream

And I can’t stand to wait your love is coming to my life
But I still have a time to break a silence

Reff:
When you love someone just be brave to say
That you want him to be with you
When you hold your love don’t ever let him go
Or you will loose your chance to make your dream come true

I used to hide and watch you from a distance
And i knew you realized
I was looking for a time to get closer
At least to say hello

And I can’t stand to wait your love is coming to my life

When you love someone just be brave to say
That you want him to be with you
When you hold your love don’t ever let him go
Or you will loose your chance to make your dream come true

I never thought that i’m so strong
I stuck on you and wait so long
But when love comes it can’t be wrong
Don’t ever give up, just try and try to get what you want
Cause love will find the way

When you love someone just be brave to say
That you want him to be with you
When you hold your love don’t ever let him go
Or you will loose your chance to make your dream come true

When you love someone just be brave to say
That you want him to be with you
When you hold your love don’t ever let him go
Or you will loose your chance to make your dream come true


Listen this song              Music Clip

PPSPPT 2012

Hallooo teman-teman semuanya kangen deh udah lama ga berbagi cerita disini hehehe. Oke hari ini saya meluangkan waktu khusus untuk menulis pengalaman saya tentang PPSPPT 2012. Mungkin dari kalian semua udah ada yang baca tentang pengalaman saya dulu di PPSPPT 2011 . Ya tahun ini saya mengikuti PPSPPT (Pengenalan Program Studi dan Program Pendidikan Tinggi) lagi tapi bedanya dulu saya MABA (Mahasiswa Baru) yang harus kuncir dua, pakai serangam putih hitam, nametag yang bertuliskan PESERTA PPSPPT 2011 dan menggunakan pita ungu tapi sekarang saya adalah PK (Penanggungjawab Kelompok) yang memakai almamater kampus dan nametag dengan tulisan PANITIA MAHASISWA.

Pengalaman ini semua berawal ketika hari Kamis, 6 September 2012 kakak saya yang bernama Rizki Ariyani  memberikan informasi tentang penerimaan PK yasudah saya langsung mendaftar untuk menjadi PK dan menginformasikan ke teman-teman yang saya percaya untuk mengikuti pendaftaran ini. Setelah saya mendaftar saya diberitahukan bahwa hari Jumat, 7 September 2012 untuk hadir di Kampus H jam 14.00 untuk briefing. Dan keesokkan harinya saya dan teman-teman dari 1KA14 (Agatha Varian, Wachit Nur Hidayati, Mahardika Aryaguna, Kezia Ayu Irianta, dan Budi Setiawan) datang ke kampus H dan langsung ke lapangan yang ada dibawah. Kami mengikuti briefing dan meninjau semua lokasi yang akan digunakan misalnya para MABA harus melewati jalur mana, ruang kesehatan, ruang ibadah, dan lain sebagainya.

Beberapa hari sebelum PPSPPT dilaksanakan tepatnya hari Sabtu, 8 September 2012 Jujur saya bingung banget karena almamater yang saya punya sangat besar dan saya tidak punya waktu yang cukup untuk mengecilkan almamater. Saya sudah pergi ke tukang vermak dan tukang vermaknya sanggup mengecilkan almamater itu namun almamater bisa diambil hari selasa sore, sedangkan saya harus menggunakan alamamater itu hari selasa pagi. Alhamdulillah banget saya mendapatkan kabar bahagia dimalam harinya. Apa kah kabar bahagia itu??? Dan kabar bahagianya adalah om saya sanggup mengecilkan almamater itu ~(‘▽’~) (~’▽’)~
Setelah almamater saya sudah dikecilkan sekarang saya bingung bagaimana saya berangkat ke kampus karena panitia sudah harus berkumpul jam 5.30 pagi sedangkan perjalanan dari rumah saya ke kampus membutuhkan waktu sekitar 2,5 sampai 3 jam bila naik angkutan umum. Apabila naik motor hanya membutuhkan waktu 45 menit sampai 1 jam tapi tidak mungkin saya berangkat ke kampus naik motor bertiga (Bapak saya, kakak saya, dan saya) karena saya dan kakak saya tidak punya SIM motor. Akhirnya saya berinisiatif mengirim pesan ke sahabat saya yang bernama Desti Yohana jurusan psikolog karena dia ngekos ya walau lagi pulang kerumahnya tapi Desti baik sekali, dia mengizinkan saya dan kakak saya untuk menginap dikosannya.

Senin, 10 September 2012
Kakak saya sudah berangkat dari pagi hari karena ada acara di Laboratorium Manajemen Menengah maklum kakak saya salah satu programmer di Lab tersebut. Jadi saya ke rumah Desti untuk mengambil kunci kosan dan berangkat ke kampus diantar bapak saya (Ya walau ga nganter sampai kampus tapi saya sangat bersyukur maklum berangkatnya siang jadi panas banget hehehe).
Perjalanan saya dari rumah ke kampus 3 jam 15 menit lama sekali ya (Ya iyalah secara pas di Terminal Blok M nunggu kopaja 63 lama banget sekitar 30 menitan dan akhirnya saya duduk di bangku tambahan samping supir karena sudah penuh) (-____-) . Sesampainya di deket kampus macet banget ternyata kemecetan disebabkan oleh para MABA yang dijemput dan angkutan umum yang ngetem tapi untungnya ada pak polisi yang datang untuk mengatur lalu lintas jadi kemacetan tidak berlangsung lama hanya sekitar 25 menitan. Sesampainya di kampus kakak saya sudah menunggu bersama ka Ilyas Ginanjar di bawah pohon rindang depan kampus. Tidak lama kemudian kita langsung bubar (Saya dan kakak saya ke kosan sedangkan ka Ilyas pulang). Sesampainya di kosan kami bersih-bersih dikit, istirahat, mandi, lalu makan masakan mama (Saya bawa makanan dari rumah soalnya masakan mama enak banget. Ini jujur dari dalam hati yang paling dalam).

Selasa, 11 September 2012 Jam 3.45
Kami sudah bangun untuk bersiap-siap ke Kampus H dan waktu sudah menunjukkan jam 5.30 (Cepat banget ya waktu itu berputar padahal belum sempet sarapan tapi udah harus buru-buru jalan ke kampus dan akhirnya ga sarapan). Sesampainya di kampus ternyata sudah banyak panitia yang datang dan semua sudah berkumpul buat briefing. Saya terpilih menjadi Penanggungjawab Kelompok (PK) KOM A D 10. Begitu para MABA masuk ke lapangan dan para PK mengatur kelompoknya masing-masing tidak lama acara dimulai. Acara berlangsung tertib, aman, lancar, dan sangat mengasikkan serta ada games yang membuat acara semakin seru (Game foto gokil, game yelyel) setelah itu acara dilanjutkan oleh pihak kampus dan UKM. Akhirnya acara PPSPPT berakhir dengan acara salam-salaman dengan para panitia dan menggambil buku di loket masing-masing.

Jujur dari hati yang paling dalam aku berterima kasih kepada seluruh pihak kampus, semua panitia, semua para MABA untuk pengalaman yang sangat menyenangkan ini dan jujur pengen banget ikutan acara kaya begini lagi. Walau capek harus teriak-teriakan karena suasana yang begitu ramai, harus lari-lari, dan memiliki tanggung jawab yang begitu besar tapi aku seneng jalanin ini semua. Kemaren juga di informasikan akan ada pembukaan pendaftaran anggota BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) semoga aku bisa bergabung bersama BEM Amin :)
Terima kasih banyak buat Desti Yohana sahabat dari masa SD sampai sekarang you're the best :)

Oh iya, ini saya memiliki beberapa foto ketika kegiatan PPSPPT 2012 yang dilaksanakan di Universitas Gunadarma - Kampus H Kelapa Dua.

Kezia Ayu Irianta, Wachit Nur Hidayati, Rini Zaharani (saya), Ibu Marliza Ganefi Gumay, SKom,  MMSI
Para Peserta PPSPPT 2012 Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi  Informasi
Nametag Panitia

Foto-foto yang lain nanti akan saya update klo sudah ada ya....