Sabtu, 27 Desember 2014

Penerapan E-Government di Pemerintahan

Berada dalam arus gencarnya globalisasi, demokratisasi dan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (ICT) tidak dapat melepaskan kita dari tuntutan penerapan teknologi. Hal ini juga pada akhirnya berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan layanan pemerintahan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka salah satu upaya peningkatan layanan tersebut adalah dengan implementasi electronic government (e-government).
            Esensi dari implementasi E-government (e-gov) adalah proses pemanfaatan teknologi informasi sebagai alat untuk membantu menjalankan sistem pemerintahan secara lebih efisien. Dari pengertian tersebut tersirat bahwa terdapat dua acuan dalam  implementasi e-gov yaitu :
1.    Penggunaan teknologi informasi (salah satunya internet) sebagai alat bantu
2.    Digunakan bertujuan agar pemerintahan dapat berjalan lebih efisien.
Kendati demikian, e-gov tidak serta merta mengganti pola komunikasi pemerintah dalam berhubungan dengan masyarakat. Dalam konsep e-gov, masyarakat masih bisa berhubungan dengan pos-pos pelayanan, berbicara melalui telepon untuk mendapatkan pelayanan pemerintah, atau mengirim surat. Sehingga e-gov pada hakikatnya bertujuan untuk meningkatkan arus hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain dengan menggunakan alat bantu yang berbasis elektronik dalam rangka meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien.
E-government dapat digolongkan dalam empat tingkatan sebagai berikut :
1.       Tingkat pertama adalah pemerintah mempublikasikan informasi melalui website.
2.       Tingkat kedua adalah adanya interaksi antara masyarakat dan kantor pemerintahan melaui e-mail atau komunikasi elektronik lainnya.
3.       Tingkat ketiga adalah masyarakat pengguna dapat melakukan transaksi dengan kantor pemerintahan secara timbal balik.
4.       Level terakhir adalah integrasi di seluruh kantor pemerintahan, di mana masyarakat dapat melakukan transaksi dengan seluruh kantor pemerintahan yang telah mempunyai pemakaian data base bersama.

Lalu dimanakah posisi Kota Tangerang ?
Menurut pengamatan saya, penerapan e-gov di Pemerintah Kota Tangerang masih pada Tahap Kedua walaupun beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah mulai masuk pada tahap ketiga.  Hal ini ditandai dengan adanya Website Pemerintah Kota Tangerang yang didalamnya terdapat informasi dan adanya buku tamu yang dapat dijadikan sarana komunikasi masyarakat. Memang belum bersifat "live chat", namun hal ini menunjukkan bahwa ada komitmen dari Pemerintah Kota Tangerang untuk membuka ruang komunikasi. Dari segi kuantitas informasi, website yang ada belum dapat menyampaikan informasi yang komprehensif dari setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang. Informasi yang tersedia hanya bersifat "common informations" yang belum menyentuh pada kebutuhan layanan masyarakat. Kami melihat hal ini terjadi karena kurangnya kontribusi informasi yang signifikan dari setiap SKPD.
Salah satu SKPD yang telah memasuki tahap ketiga adalah Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Tangerang. SKPD ini telah memiliki situs tersendiri namun linknya dapat diakses dari situs Pemerintah Kota Tangerang. Dalam Situs ini terdapat informasi seputar kepegawaian yang mungkin berguna bagi para pegawai dilingkungan Pemerintah Kota Tangerang serta masyarakat secara umum.
Dalam situs tersebut telah ada fasilitas layanan komunikasi yang digunakan untuk layanan konsultasi kepegawaian serta pendaftaran CPNS online. Layanan konsultasi kepegawaian dilaksanakan melalui sarana buku tamu, email maupun melalui "live chat" yang disediakan dengan menggunakan aplikasi yahoo messenger. Sedangkan layanan Pendaftaran CPNS Online dibangun dengan bahasa pemrograman PHP dan data base MySql.

Sehingga dapat dikatakan e-gov pada kota Tangerang belum dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu kegiatan dalam pemerintahan kota Tangerang sehingga butuh peran penting antara pemerintah dan masyarakat Kota Tangerang untuk menjadikan e-gov kota Tangerang lebih baik dan lebih bermanfaat untuk pembangunan kota ini.

Sumber :


Open Services Gateway Initiative (OSGi)

Open Service Gateway Initiative (OSGi) adalah sebuah sistem dan aplikasi interoperability berbasis komponen platform yang terintegrasi. OSGi merupakan system modul dinamik untuk Java. Teknologi OSGi adalah Universal Middleware. Teknologi OSGi menyediakan sebuah service-oriented, lingkungan yang berbasis komponen untuk pengembang dan menawarkan jalan standard untuk mengatur siklus hidup software. Kemampuan ini dapat menambah nilai jangkauan dari computer dan peralatan yang menggunakan platform Java dengan sangat hebat. Teknologi OSGi mengadopsi keuntungan dari menambah time-to-market dan mengurangi biaya pengembangan karena teknologi OSGi menyediakan subsistem komponen yang terintegrasi dari pre-build dan pre-tested. Teknologi ini juga mengurangi biaya perawatan dan memberikan kesempatan aftermarket yang baru dan unik karena jaringan dapat digunakan untuk update secara dinamik dan mengirimkan service dan aplikasi di lapangan.

SEKILAS TENTANG OSGi Alliance
The OSGi Alliance, sebelumnya dikenal sebagai inisiatif Terbuka Services Gateway, sekarang nama kuno, adalah sebuah organisasi standar terbuka yang didirikan Maret 1999 yang awalnya ditetapkan dan terus mempertahankan standar OSGi.
The OSGi Alliance telah ditentukan banyak layanan. Layanan ditentukan oleh antarmuka Java. Bundel dapat mengimplementasikan antarmuka ini dan mendaftarkan layanan dengan Layanan Registry. Klien layanan dapat menemukannya di registri, atau bereaksi ketika muncul atau menghilang.
The OSGi Alliance didirikan oleh Ericsson, IBM, Motorola, Sun Microsystems dan lain-lain pada Maret 1999. Sebelum memasukkan sebagai lembaga nirlaba itu disebut Connected Alliance.
Di antara anggotanya adalah (seperti dari Maret 2013) lebih dari 35 perusahaan dari bidang bisnis yang sangat berbeda, misalnya Adobe Systems, Deutsche Telekom, Hitachi, IBM, Makewave (sebelumnya Gatespace Telematika), NEC, NTT, Oracle, Orange SA, ProSyst, Salesforce.com, Siemens, Software AG dan TIBCO Software.

OSGi SPESIFIKASI
Spesifikasi OSGi yang sekarang digunakan dalam aplikasi mulai dari ponsel ke open source Eclipse IDE. Wilayah aplikasi lain meliputi mobil, otomasi industri, otomatisasi bangunan, PDA, komputasi grid, hiburan (misalnya iPronto), armada manajemen dan aplikasi server. Adapun spesifikasi yang lain dimana OSGI akan dirancang untuk melengkapi standar perumahan yang ada, seperti orang-orang LonWorks (lihat kontrol jaringan), CAL, CEBus, HAVi, dan lain-lain. Inti bagian dari spesifikasi adalah suatu kerangka kerja yang mendefinisikan aplikasi model manajemen siklus hidup, sebuah layanan registrasi, sebuah lingkungan eksekusi dan modul. Berdasarkan kerangka ini, sejumlah besar OSGI layers, API, dan Jasa telah ditetapkan. Spesifikasi OSGi yang dikembangkan oleh para anggota dalam proses terbuka dan tersedia untuk umum secara gratis di bawah Lisensi Spesifikasi OSGI. OSGi Alliance yang memiliki program kepatuhan yang hanya terbuka untuk anggota. Pada Oktober 2009, daftar bersertifikat OSGi implementasi berisi lima entri.

OSGi ARSITEKTUR
OSGi Arsitektur adalah sebuah set spesifikasi yang mendefinisikan sebuah komponen system dinamik untuk Java. Spesifikasi ini memungkinkan sebuah model pengembangan dimana aplikasi (secara dinamik) terdiri dari berbagai komponen yang berbeda. Spesifikasi OSGi memungkinkan komponen-komponennya untuk menyembunyikan implementasinya dari komponen lainnya ketika berkomunikasi melalui services dimana biasanya ketika hal ini berlangsung implementasi antar komponen dapat terlihat jelas. Model yang simple ini telah jauh mencapai efek dari segala aspek dari proses pengembangan software.

Model lapisan dari OSGi adalah sebagai berikut :
1. Bundel: Bundel normal jar komponen dengan nyata tambahan header.
2. Layanan: Lapisan layanan menghubungkan bundel dalam cara yang dinamis dengan menawarkan model menerbitkan-menemukan-bind untuk polos Interfaces Java tua (POJI) atau Plain Old Java Objects POJO
3. Layanan Registry: The API untuk jasa manajemen (ServiceRegistration , ServiceTracker dan ServiceReference).
4. Life-Cycle: The API ntuk manajemen siklus hidup untuk (instal, start, stop, update, dan uninstall) bundel.
5. Modul: Lapisan ang mendefinisikan enkapsulasi dan deklarasi dependensi (bagaimana sebuah bungkusan dapat mengimpor dan mengekspor kode).
6. Keamanan: Lapisan yang menangani aspek keamanan dengan membatasi fungsionalitas bundel untuk pra-didefinisikan kemampuan.

KEUNTUNGAN DARI TEKNOLOGI OSGI
1. Mengurangi kompleksitas : mengembangkan dengan OSGi berarti menembangkan bundles : salah satu komponen OSGi. Bundles adalah modul. Bundles menyembunyikan aspek internalnya dari bundles lainnya. Hal ini berarti ada banyak kebebasan untuk menggantinya di kemudian hari.
2. Dapat digunakan kembali : model komponen OSGi sangat mudah digunakan dan dapat digunakan dengan aplikasi pihak ketiga.
3. RealWorld : OSGi framework dinamik. Hal ini berarti OSGi dapat diupdate secara online.
4. Mudah Penyebarannya : teknologi OSGi bukanlah sebuah teknologi standard. OSGi dapat dimanage sedemikian rupa serta dapat diatur cara penginstalannya.
5. Update yang dinamik : OSGi komponen bisa diupdate secara dinamik.
6. Adaptif: model komponen OSGi didesain sedemikian rupa hingga diperbolehkan untuk mengkombinasi dan mencocokan antar komponen.
7. Transparan dan Banyak versinya
8. Simple : OSGi API sangat simple. API OSGi hanya terdiri dari satu paket dan berjumlah kurang dari 30 kelas.
9. Ukurannya kecil  danKinerjanya cepat
10. Malas : Malas dalam software itu berarti bagus. Teknologi OSGi mempunyai banyak mekanisme hanya ketika dibutuhkan saja.
11. Aman, Sederhana dan Tidak Mengganggu Kinerja Aplikasi Lainnya

Sumber:
Saleh, Ibrahim. (2004).Open Service Gateway Initiative,Jakarta, Gramedia.
http://www.wikipedia.org